![]() |
Rabu, 07 Oktober 2009
Selasa, 11 Agustus 2009
kumpulan puisi chairil anwar
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(13 November 1943)
Minggu, 14 Juni 2009
Tips & Trik merawat bunga
Bunga potong yang disusun dalam Vas akan lebih mempercantik ruangan anda, dan dapat memberikan kesan anggun dan alami.
Berikut diberikan tips agar bunga potong anda tetap kelihatan segar setidaknya bertahan selama tiga sampai tujuh hari di dalam vas bening tanpa spon.:
- Bersihkan bunga dari dedaunan yang busuk atau hampir busuk untuk menghindari kontaminasi bakteri berlebih pada bagian bunga yang masih segar.
- potong ujung batang bunga sekitar satu sampai dua senti dari tepi potongan sebelumnya, dengan bentuk irisan serong. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas permukaan batang yang menyerap air dan menghindari pembusukan.
- Hampir semua bunga potong menyukai air, dalam sehari bunga potong mampu menyedot air seperempat dari ukuran Vas yang dipakai.
- Campurkan air sebagai media tanaman dengan sedikit gula. Ini akan memperpanjang kesegaran bunga dalam vas selama mungkin.
- Ganti air yang ditambahkan gula tersebut dan potong ujung batang bunga sepanjang satu-dua senti setiap hari untuk menghindari dehidrasi dan pembusukan batang.
- Semprot bunga potong anda paling tidak 3 kali dalam sehari
- Hindarkan bunga potong anda dari sinar matahari langsung, dekat dengan pesawat Televisi, Oven dll yang menimbulkan panas. Ini akan menyebabkan dehidrasi yang akanmempercepat layunya bunga potong
- Kalau anda menerima bunga potong dari kolega, segera pindahkan bunga potong ke dalam Vas bunda, dan jangan lupa cek pasokan airnya
- Bunga potong memiliki daur hidup (dari segar sampai layu) sangat bervariasi, mulai dari 2 hari sampai 20 hari tergantung jenis bunga potongnya.
- Berikut cuplikan tabel daur hidup bunga potong:
| Jenis Bunga | Perkiraan Hidup |
| Roses | 3- 21 hari |
| Carnation | 5-14 days |
| Daisies | 7 -21 days |
| Mums | 7-21 days |
| Iris | 1-4 days |
| Lilies | 2-7 days |
| Tulip | 2-5 days |
| Liatris | 5-14 days |
| Tropical Flowers | 7-21 days |
Teman yang malang
Engkau sangat gigih
Dalam berjuang dan berusaha
Demi mencukupi kebutuhan hidupmu
Wahai temanku . . .
Engkau tetap berusaha
Walaupun pekerjaanmu seorang pemulung
Tapi engkau tidak malu
Tetap,terus dan terus berusaha
Dan berjuang sampai akhir hayatmu
Teknik Pembuatan Pupuk Organik/Kompos
1. Bahan
Hijau-hijauan/daun-daunan, rumput atau jerami 1 ton, pupuk kandang 200-300 kg, sekam padi 100-200 kg, dedak/bekatul 50-100 kg, stater/bahan pengurai 0,2-0,5 liter, tetes tebu/gula 1-2 kg dan air 300 - 500 liter (secukupnya)
2. Persiapan tempat
Sebaiknya dibuatkan lobang dengan ukuran 2 x 2,5 dengan kedalaman 40-60 cm, usahakan tempatnya tidak terbuka atau kena sinar matahari langsung, seperti di bawah pohon sebaiknya dibuatkan naungan/gubuk untuk mengindari sinar matahari langsung dan hujan.
3. Cara Pebuatan
Supaya proses pengomposan lebih cepat hijaun/daun-daunan, jerami dipotong-potong kurang lebih 5-10 cm. tetes tebu/gula dan stater pengurai dilarutkan dengan air dalam ember/bak plastik diaduk sampai merata, potongan-potongan hijauan/jerami dicampur dengan pupuk kandang, dedak, sekam, serbuk gergaji dan limbah pertanian lainnya secara merata, siramkan larutan secara perlahan-lahan kedalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 50%, bila adonan dikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan, bila kepalan dibuka maka adonan akan megar, sewaktu pengadukan dan penyiraman langsung dimasukan kedalam lobang yang sudah disiapkan, usahakan tumpukan bahan yang sudah diaduk tingginya tidak melebihi 60 cm dari permukaan tanah, tutup dengan terpal/plastik agar tidak terjadi penguapan, bisa juga ditutup dengan lumpur seluruh permukaan, tancapkan bilah bambu sekitar 10-15 cm agar udara luar masuk, sehingga proses pengomposan/fermentasi berjalan lebih cepat
4. Pemeriksaan/Pengamatan
Setelah 2-3 hari tumpukan diperiksa, dengan cara membuat lubang, kemudian dimasukan tangan, apabila didalam tumpukan dirasa suhunya cukup tinggi maka dapat dipastikan proses pengomposan sedang terjadi, kalau didalam tumpukan sehunya rendah, berarti tidak terjadi proses pengomposan, untuk itu perlu diulangi penyiraman dengan larutan tetes tebu/gula dan stater/pengurai, 2 atau 3 hari sekali tumpukan disiram, sesuai dengan keadaan/kelembaban, untuk tumpukan yang memakai tutup terpal/plastik, setelah 6-7 hari perlu dilakukan pengadukan dan disiram seperlunya agar terjadi sirkulasi udara, dengan demikian diharapkan mikroba akan berkembang dan proses pengomposan lebih cepat, setelah 20-30 hari dilakukan pemeriksaan kembali dengan cara memasukan tangan kedalam tumpukan, apabilia temperatur didalam tumpukan suhunya menjadi turun, maka pengomposan sudah jadi dan siap panen, Apabila tercium bau yang kurang enak dari dalam tumpukan menandakan proses pengomposan tidak sempurna dan perlu diulangi kembali. Cara memeriksa lain yaitu dengan menusuk-nusuk tumpukan dengan kayu/bambu, apabila tusukan lancar/tidak menyakut, maka pengomposan berhasil dan siap dipakai.



